Berbagai Jenis Penelitan: Ilmiah, Non Ilmiah, Kuantiatif, Penelitian Kualitatif dan Deskriptif - xplorealitas

www.explorealitas.com

Ad Placement

Ad Placement

Berbagai Jenis Penelitan: Ilmiah, Non Ilmiah, Kuantiatif, Penelitian Kualitatif dan Deskriptif

Kesulitan-kesulitan dalam Menyusun Karya Ilmiah

Kesulitan dalam menyusun sebuah karya ilmiah yang pertama adalah menulisnya itu sendiri.  Kemampuan dan keterampilan menulis tidaklah mudah, perlu latihan dan harus banyak membaca.  Kesulitan dalam menulis adalah menemukan kalimat pertama, dengan demikian untuk keluar dari jebakan tersebut maka jadikanlah semua kalimat menjadi kalimat pertama. Pada tahap berikutnya, ada proses editing untuk membuat kalimat-kalimat menjadi enak dibaca dan runut.

Kesulitan berikutnya adalah menemukan ide atau topik terutama ide atau topik yang kekinian (up to date). Menemukan ide atau topik untuk menjadi tulisan terutama tulisan ilmiah tidaklah mudah.  Perlu rajin membaca, baik membaca buku maupun membaca keadaan lingkungan sekitar kita.

Merumuskan masalah adalah tantangan berikutnya dalam penulisan ilmiah.  Kalau hanya sekedar mengumpulkan masalah tidaklah terlalu sulit, yang lebih menantang adalah bagaimana membuat perumusan masalah sehingga menjadi acuan dalam membuat hipotesis.

Kesulitan terakhir dalam menyusun sebuah karya ilmiah adalah menguasai dan memahami alat analisa yang digunakan.  Hal ini sangat penting untuk melakukan interpretasi data yang kita olah sehingga menjadi sesuatu yang bermakna dan memberikan kesimpulan yang berguna.

Perbedaan-perbedaan Penelitian Ilmiah dan Non Ilmiah

Perbedaan karakteristik penelitan ilmiah dan non-ilmiah dijelaskan oleh Shaughnessy (2003) dalam bukunya yang berjudul Research Methods in Psychology.  Berdasarkan karakteristiknya, terdapat sembilan perbedaan antara penelitian ilmiah dan non ilmiah.  Perbedaan ilmiah dan non ilmiah dikaitkan dengan filasafat ilmu ada pada perbedaan ketiga dan keempat seperti dijelaskan di bawah.

Secara rinci, perbedaan karakteristik penelitian ilmiah dan non ilmiah sebagai berikut :

Pertama, penjelasan ilmiah atas suatu gejala bersifat empiris dan didukung dengan data, sedangkan penjelasan non ilmiah atau penjelasan awam atas suatu gejala bersifat intuitif.

Kedua, dalam penelitian ilmiah observasi dilakukan secara sistematis dan terkontrol.  Observasi dilakukan secara sengaja, terencana dan penuh kehati-hatian.  Sedangkan penelitian non-ilmiah dalam melakukan observasi lebih bersifat kausal dan tidak terkontrol.  Dalam menjelaskan dua gejala, penelitian non ilmiah memberikan penjelasan yang bersifat kausal atau sebab-akibat.

Ketiga, penelitian non ilmiah melaporkan pengetahuan secara subyektif, bias.  Sedangkan penelitan ilmiah dalam melaporkan pengetahuan lebih bersifat obyektif, didasarkan pada fakta, tidak bias dan tidak emosional.

Keempat,  dari sudut pandang filsafat ilmu, dalam penelitian ilmiah penggunaan intersubjektivitas lebih dominan daripada objektivitas ilmu. Hal ini karena perilaku manusia tidak mungkin terlepas sepenuhnya dari subjektivitasnya, pengalamannya dalam melakukan observasi dan penelitian.  Hal tersebut dapat dipahami karena sumber utama pengetahuan manusia adalah pengalamannya dan pengalaman tersebut akan berpengaruh dalam perilakunya.

Kelima, penelitian non ilmiah menggunakan konsep ambigu (kabur) dan memberikan makna tambahan pada konsep tersebut.  Sedangkan pada penilitian ilmiah menggunakan definisi (batasan) yang jelas dan konsep yang digunakan menggunakan mengacu kepada keadaan empirisnya.  Dengan demikian, ukuran konsep dalam penelitian ilmiah menjadi jelas sehingga ketidaksamaan pengertian mengenai suatu konsep dapat dihindari.

Keenam, dalam hal penggunaan instrumen, penelitian ilmiah menggunakan instrumen yang akurat dan tepat seperti angket, observasi, wawancara.  Sedangkan penelitian non ilmiah menggunakan instrumen yang tidak akurat dan tidak tepat.

Ketujuh, pengukuran suatu konsep dalam penelitian non ilmiah tidak valid dan tidak reliable.  Sebaliknya, penelitian ilmiah menggunakan instrumen yang valid dan dapat dipercaya untuk mengukur suatu konsep.

Kedelapan, dilihat dari hipotesis [dugaan sementara mengenai kaitan antara gejala-gejala (variabel-variabel)], dalam penelitan ilmiah, hipotesis lazim dihasilkan melalui penalaran tertentu sedemikian sehingga kebenaran teroritis atau logisnya telah terpenuhi dan untuk menjadi kebenaran ilmiah, kebenaran hipotesis tersebut harus diuji secara empiris.  Sebaliknya, dalam penelitian non ilmiah, hipotesisnya tidak dapat diuji secara empiris.

Kesembilan, peneliti ilmiah memiliki sikap skeptis, kritis atas suatu kebenaran, sedangkan peneliti non ilmiah bersikap menerima, tidak kritis atas suatu kebenaran.

Perbedaan antara Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Deskriptif

Mengacu kepada buku Introduction to Reseach in Education (Ary, et al, 2010: 25), perbedaan-perbedaan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif adalah sebagai berikut:

Penelitian kuantitatif bertujuan untuk meneliti kaitan sebab-akibat antara variabel-variabel.  Sedangkan penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami gejala secara rinci sebagaimana adanya.  Dengan demikian obyek material penelitian kuantitatif adalah variabel, sesuatu yang dapat diukur dan direduksi.  Sebaliknya, obyek penelitian kualitatif adalah gejala yang harus dipahami keberadaanya secara komprehensif dan sangat rinci.

Desain penelitian kuantitatif bersifat deskriptif dan kausal atau eksperimen yang dimaksudkan untuk menguji hipotesis.  Sedangkan penelitan kualitatif bersifat eksploratif (penjajakan), tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tetapi untuk memperoleh pemahaman yang rinci dan komprehensif atas suatu gejala.

Pendekatan penelitan kuantitatif adalah deduktif, untuk menguji teori.  Sedangkan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan induktif, untuk menghasilkan teori yang baru.

Alat yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian kuantitatif telah dikembangkan sebelumnya, misalnya angket dengan berbagai pertanyaan tertutup.  Sedangkan alat utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri.

Penelitian kuantitatif menggunakan sampel besar, sedangkan penelitian kualitatif menggunakan sampel kecil.

Penelitian kuantitatif menggunakan analisis statistika atas dasar numerik sedangkan penelitian kualitatif menggunakan uraian dan interpretasi naratif.

Penelitian deskriptif menurut Sujana dan Ibrahim (1989:65), penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang.  Penelitian ini memusatkan perhatian kepada pemecahan masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan.

Pada penelitian deskriptif, peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi obyek penelitiannya, kemudian menggambarkan sebagaimana adanya sehingga pemanfaatan penelitian tersebut berlaku pada saat itu yang belum tentu relevan apagila digunakan pada masa yang akan datang.  Dengan demikian, dalam penelitian deskriptif tidak selalu harus ada hipotesis.

Disamping itu, penelitian deskriptif tidak menuntut perlakuan atau manipulasi variabel karena gejala dan peristiwanya telah ada dan peneliti tinggal memberikan gambaran atas peristiwa atau gejala tersebut.

Dalam kaitannya dengan penggunaan variabel, penelitian deskriptif bisa menggunakan satu atau lebih variable bahkan dapat juga mendeskripsikan hubungan beberapa variabel. 

0 comments

Subscribe to Our Newsletter