Penilaian Kinerja Management by Objective (MBO) beserta Contoh Kasusnya - xplorealitas

www.explorealitas.com

Ad Placement

Ad Placement

Penilaian Kinerja Management by Objective (MBO) beserta Contoh Kasusnya

Penjelasan singkat tentang Management by Objective (MBO) hasil karya Peter F Drucker yang dimuat dalam bukunya The Practice of Management (1954) salah satunya dapat kita lihat dalam Sobirin (2020) yaitu MBO pada prinsipnya merupakan proses manajemen yang lebih fokus kepada hasil kerja, daripada fokus kepada kegiatan atau proses pelaksanaannya.  

Konsekuensinya, setiap level dalam organisasi dilibatkan dalam menetapkan tujuan yang fungsinya sebagai self-control terhadap kinerja masing-masing.  Dalam menetapkan tujuan organisasi, top manajemen antara lain bisa menggunakan pendekatan SMART, yaitu Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-specific.

Fokus perhatian MBO secara filosofis ada 4, yaitu (1) mengembangkan tujuan jangka panjang organisasi dan membuat perencanaan strategis, (2) mencapai target kerja daripada hanya sekedar melakukan aktivitas kerja, (3) meningkatkan kompetensi individu dan efektivitas organisasi, dan (4) meningkatkan peran serta karyawan dalam setiap aspek organisasi.

Sebagaimana pengertian manajemen sebagai alat untuk POAC (planning, organizing, actuating and controlling), MBO juga merupakan sebuah proses terintegrasi yang terdiri dari 4 hal, yaitu: (1) menetapkan tujuan organisasi yang jelas dan tepat, (2) meng-koordinasikan tujuan masing-masing tujuan individu dan organisasi secara keseluruhan, (3) pengukuran dan penilaian kinerja secara sistematis dan (4) melakukan corrective actions yang dianggap perlu untuk tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Secara teknis, langkah-langkah penting MBO adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan sasaran dan tujuan utama organisasi,
  2. Menentukan sasaran dan tujuan untuk masing-masing karyawan atau departmen,
  3. Memantau perkembangan pelaksanaan dan kinerja karyawan,
  4. Melakukan evaluasi kinerja,
  5. Memberikan feed-back,
  6. Memberikan penghargaan kepada karyawan atau departmen yang mencapai target atau sasaran yang telah ditetapkan.

Prinsip-prinsip MBO tersebut dapat diimplementasikan jika dua hal penting berikut dikelola dengan baik, yaitu (1) koordinasi dan (2) perencanaan.  Sementara itu, implementasi MBO dapat dilakukan melalui 3 fase berbeda, yaitu (1) fokus kepada penilaian kinerja manajer, (2) program MBO diintegrasikan dalam proses planning dan pengawasan organisasi, serta (3) implementasi program MBO secara penuh.

Penerapan MBO dalam organisasi memberikan banyak keuntungan, antara lain:

  1. Meningkatkan motivasi kerja karena melibatkan karyawan dalam menetapkan tujuan,
  2. Dapat menjaga hubungan baik dan keharmonisan antara manajemen dan karyawan karena adanya koordinasi dan komunikasi yang lebih baik serta interaksi dalam menetapkan tujuan organisasi,
  3. Kejelasan organisasi,
  4. Karena sasaran atau tujuan ditetapkan sendiri, maka karyawan akan memiliki komitmen yang lebih tinggi terhadap tujuan yang ditetapkan sendiri daripada tujuan yang ditetapkan orang lain.

Sebagaimana sudah disampaikan di atas, bahwa MBO lebih fokus kepada pencapaian target atau sasaran.  Dengan demikian, salah satu contoh penerapan MBO pada perusahaan adalah bagaimana target-target atau sasaran-sasaran tersebut ditetapkan.  

Di tempat saya bekerja, target-target utama perusahaan ditetapkan bersama melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diikuti oleh seluruh kepala cabang, kepala divisi kantor pusat dan direksi (top management).  Dalam rakernas, terjadi diskusi yang sangat intens antara kepala cabang, kepala divisi dan direksi.  Dari diskusi yang intens tersebut dihasilkan beberapa keputusan penting berupa target atau sasaran yang harus dicapai. 

Target-target di atas menjadi key indicators yang akan menjadi Key Perfomance Indicator (KPI) perusahaan.  KPI perusahaan tersebut kemudian akan diturunkan menjadi KPI unit, baik unit kantor cabang, divisi, bagian, seksi dan KPI individu.  Setiap unit yang mencapai target bahkan melebihinya akan mendapat penghargaan atau reward, baik reward unit maupun reward individu. Reward tersebut berupa uang dalam jumlah tertentu dengan perhitungan tertentu.  Ada reward quarterly (penghargaan setiap tiga bulan) dan ada penghargaan tahunan.

Betul sekali seperti yang disampaikan di atas bahwa penerapan MBO akan dapat memberikan keuntungan karena karyawan termotivasi karena adanya reward yang jelas serta akan mempunyai komitmen yang tinggi karena terlibat dalam menentukan tujuan melalui rakernas.

Daftar Pustaka

Sobirin, Ahmad. 2020.  Cetakan ke-7, Edisi 2. Materi Pokok Perilaku Organisasi.  Tangerang Selatan:  Penerbit Universitas Terbuka.


0 comments

Subscribe to Our Newsletter