Stress: Pengertian dan Pengendaliannya - xplorealitas

www.explorealitas.com

Ad Placement

Ad Placement

Stress: Pengertian dan Pengendaliannya

Untuk melakukan analisa mengenai “stress”, menurut pendapat saya, tahap pertama yang perlu dilakukan adalah studi literatur tentang segala sesuatu mengenai “stress”.  Apa pengertian stress, apa faktor-faktor yang mempengaruhinya, apakah stress ini berpengaruh positif atau negatif terhadap individu dan organisasi dan bagaimana mengelola stress supaya bisa berpengaruh positif terhadap individu dan organisasi.

Weinberg dan Gould (2003) mendefinisikan stress sebagai suatu ketidakseimbangan yang mendasar antara permintaan (fisik dan psikologis) dan kemampuan meresponnya, dalam kondisi di mana kegagalan untuk memenuhi permintaan tersebut memiliki konsekuensi penting.  

Sebelumnya, Sarafino (1994) merumuskan bahwa stress adalah tekanan internal maupun eksternal serta kondisi bermasalah lainnya dalam kehidupan.

Sementara Robins (2001) menyimpukan bahwa stress merupakan suatu kondisi yang menekan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.  

Sobirin (2020) menggambarkan situasi yang disebut stress yaitu kondisi dimana ketidakmampuan untuk memilah-milah mana stimulus yang harus segera direspon dan mana yang bisa ditunda pada situasi dimana terjadi keterbatasan, baik itu keterbatasan secara fisik, kognitif maupun mental.

Pengertian yang lebih mendalam tentang stress disampaikan oleh Ivancevich dan Matteson dalam Sobirin (2020) yang intinya stress adalah reaksi atau respon seseorang untuk menyeimbangkan kembali aspek psikologis dan fisiologis yang terganggu ketika seseorang berinterkasi dengan lingkungannya dan menganggap lingkungannya memberikan tekanan yang berlebihan kepada dirinya.  Dengan demikian, stress bisa menimpa siapa saja, dimana saja dan kapan saja selama ada interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.

Berbagai definisi di atas, menjelaskan hal-hal penting mengenai stress yaitu:

  • Stress berawal dari tekanan lingkungan eksternal yang berlebihan,
  • Respon individu sangat menentukan apakah tekanan lingkungan menimbulkan stress kepada seseorang atau tidak.  Hal ini tergantung kepada persepsi dan respon masing-masing individu.
  • Perbedaan respon lebih disebabkan oleh perbedaan latar belakang masing-masing individu.
  • Tanda seseorang mengalami stress atau terlihat dari ketidakseimbangan atau guncangan psikologis, fisiologis atau perilaku seseorang.

Hal-hal penting lain yang berkaitan dengan stress yang perlu menjadi perhatian adalah:

  1. Stress bukan hanya masalah kecemasan, tetapi melibatkan emosi dan psikologis serta terkait juga dengan aspek fisik.
  2. Stress bukan hanya tentang ketegangan syaraf walaupun ketegangan syaraf bisa disebabkan karena stress.  Hal itu karena ada sebagian orang yang bisa mengendalikan diri sehingga walaupun sedang stress namun tidak terlihat ketegangannya.
  3. Tidak selamanya stress dapat berakibat buruk atau merusak.  Ada juga stress yang berdampak positif yaitu ketika seseorang mampu mengendalikan diri dalam stressnya dapat meningkatkan kinerja, mengembangkan diri dan meningkatkan kepuasan kerja.
  4. Stress adalah suatu hal yang lumrah sehingga bukan suatu keadaan yang perlu dihindari karena stress merupakan “bumbu” kehidupan, membuat hidup menjadi lebih nikmat.
  5. Setiap orang tidak akan pernah terhindar sama sekali dari stress sehingga tidak perlu cemas ketika menghadapi stress.

Stress merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, sesuatu yang lumrah.  Namun bisa juga berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik.  Manajemen atau pengelolaa stress adalah upaya sistematis untuk mengurangi dampak negatif dari stress.  

Upaya-upaya secara individu dalam pengelolaa stress dapat dilakukan dengan cara berikut:

1.  Pengaturan/pengelolaan waktu (time management) dengan baik,

Hal ini terkait dengan pengelolaan sesuatu yang mendesak dan dianggap penting.  Kita harus mampu mengelola mana hal-hal yang mendesak, namun tidak penting.  Mana hal-hal yang tidak mendesak namun penting.  Mana hal yang mendesak dan penting.  Hal yang mendesak dan pentinglah yang perlu mendapat prioritas utama.

Contoh, jika kita sebagai karyawan sekaligus juga sebagai mahasiswa S2, misalnya, maka prioritas pekerjaan atau hal pada jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore adalah masalah kantor.  Belajar dan mengerjakan tugas-tugas dipilih di luar jam tersebut, misal pada jam 5 pagi sampai jam 7 pagi kemudian dilanjutkan belajar dan mengerjakan tugas kembali pada jam 8 malam sampai jam 11 malam.

2.  Relaksasi dan olahraga,

Olah raga dapat dilakukan misalnya selepas sholat subuh sampai jam 6 pagi. Selain itu bisa juga melakukan olahraga pada pagi hari setiap hari libur.  Selain olahraga, kita juga bisa melakukan relaksasi untuk menurunkan stress.  Relaksasi bisa dengan cara pijit dan refleksi misalnya.

Pengelolaan Stress Secara Organisasi

Sedangkan pengelolaan stress secara organisasi dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Membangun budaya dan iklim kerja yang kondusif,
  2. Membangun kualitas kehidupan kerja (quality of work life),
  3. Mengurangi konflik dan memperjelas peran karyawan dalam organisasi,
  4. Membuat perencanaa karir dan memberi konseling.

Kembali ke pertanyaan pertama pada diskusi ini yaitu “apakah anda pernah mengalami stress ?”.  Tentu saja pernah mengalaminya. Sebagaimana disebutkan di atas bahwa stress adalah suatu hal yang lumrah yang dialami setiap orang.

Contoh Stress dan Pengendaliannya

Contohnya adalah pada awal mengikuti perkuliahan berbagai jenjang, baik S1, S2 apalagi S3, kemungkinan besar mengalami stress. Ada tiga faktor eksternal yang dirasakan cukup kuat sebagai stressor nya yaitu lingkungan keluarga, tempat kerja dan tuntutan kuliah.  Ada keinginan yang sangat kuat untuk sukses dalam ketiga lingkungan tersebut, namun ada keterbatasan fisik, mental, kognitif dan psikologis dalam menghadapi tuntutan tiga lingkungan tersebut.

Namun ada faktor positif merasa stress tatkala menghadapi ketiga tuntutan di atas, yaitu ada tuntutan bagaimana mengelola ketiga tujuan tersebut agar semuanya bisa berjalan secara optimal.  

Pengelolaannya bisa dilakukan dengan cara:

1.  Pengaturan waktu,

Jam 5.00 sampai dengan 07.00 belajar materi kuliah dan mengerjakan tugas-tugas.  Kemudian dilanjutkan belajar pada malam hari, jam 20.00 – 22.00

Jam 09.00 – 17.00 fokus mengerjakan pekerjaan kantor.

Waktu keluarga? Hari libur dimanfaatkan sebagai hari keluarga sebagai quality time.  Tentunya ketika tidak ada kuliah atau tugas tambahan.

2.  Relaksasi dan Olahraga

Bagi orang Islam, sholat selain sebagai kewajiban, hikmahnya adalah relaksasi yang hakiki karena meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa untuk mempu mengelola tugas-tugas kehidupan dengan baik.  Secara fisik, sebelum sholat diwajibkan untuk berwudlu. Efek wudlu sangat positif, badan kita menjadi rileks karena ada efek refleksi dan kesegaran sebagian anggota tubuh tersiram air.

Disamping itu, selalu mengusahakan untuk berolah raga paling tidak setiap Sabtu dan Minggu pagi.


Daftar Pustaka

  • Robbins, Stephen P. 2001. Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi, Jilid I, Edisi 8, Prenhallindo Jakarta.
  • Sarafino, E.P. 1994. Health Psychology Biopsychosocial Interaction. USA: John Wiley & Sons.
  • Sobirin, Achmad.  2020.  Perilaku Organisasi.  Tangerang Selatan:  Universitas Terbuka.
  • Weinberg RS, Gould D. 2003. Foundations of Sport & Exercise Psychology. Champaign, IL: Human Kinetics


0 comments

Subscribe to Our Newsletter