Tahapan Penelitian Ilmiah sampai Jadi Laporan Penelitian - xplorealitas

www.explorealitas.com

Ad Placement

Ad Placement

Tahapan Penelitian Ilmiah sampai Jadi Laporan Penelitian

Kesulitan dalam menyusun sebuah karya ilmiah yang pertama adalah menulisnya itu sendiri.  Kemampuan dan keterampilan menulis tidaklah mudah, perlu latihan dan harus banyak membaca.  Kesulitan menulis adalah menemukan kalimat pertama, dengan demikian untuk keluar dari jebakan tersebut maka jadikanlah semua kalimat adalah kalimat pertama, dalam tahap berikutnya, ada proses editing untuk membuat kalimat-kalimat menjadi enak dibaca dan runut.

Kesulitan berikutnya adalah menemukan ide atau topik terutama ide atau topik yang kekinian (up to date). Menemukan ide atau topik untuk menjadi tulisan terutama tulisan ilmiah tidaklah mudah.  Perlu rajin membaca, baik membaca buku maupun membaca keadaan lingkungan sekitar kita.

Merumuskan masalah adalah tantangan berikutnya dalam penulisan ilmiah.  Kalau hanya sekedar mengumpulkan masalah tidaklah terlalu sulit, yang lebih menantang adalah bagaimana membuat perumusan masalah sehingga menjadi acuan dalam membuat hipotesis.

Bagaimana tahapan-tahapan penelitian ilmiah itu ?  Salah satu rujukan untuk hal ini, bisa kita temukan dalam Aritonang (2020).

1. Merumuskan masalah

Merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahapan ini merupakan tahapan penting karena proses penelitian atau jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah ini. 

2. Melakukan Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan

Pada tahap ini melakukan kajian teori atau studi literatur sesuai dengan topik penelitian.  Menurut  Sekaran dan Bougie (2018), literature review adalah proses langkah demi langkah yang melibatkan identifikasi tulisan yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan dari sumber data sekunder pada topik kepentingan, evaluasi penelitian terkait dengan masalah dan dokumentasi penelitian.  

Studi ini sebagaimana dikemukakan oleh  Sekaran dan Bougie (2018) bertujuan mengidentifikasi dan menyoroti variabel-variabel penting.  Adapun variabel-variabel dalam studi ini adalah budaya organisasi, lingkungan kerja dan kinerja organisasi.

Sumber data dalam tinjauan literatur (literature review) menurut Sekaran dan Bougie (2018) antara lain buku teks, jurnal, disertasi, acara konferensi, naskah yang tidak dipublikasikan, laporan, surat kabar dan internet.  Namun, sumber data yang utama dalam penelitian menurut pendapat saya adalah buku teks dan jurnal.  Memang tidak menutup kemungkinan mengambil dari sumber internet tetapi dengan catatan diambil dari website formal, hindari mengambil referensi dari blog personal.

Unsur yang paling mendasar dan penting dari kajian teori adalah mencari definisi mengenai variabel-variabel dalam penelitian.  Definisi dari setiap variabel dalam perumusan masalah harus dibuat.

3. Merumuskan Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan ringkasan dari definisi setiap variabel maupun penjelasan atau alasan mengenai kaitan antara variabel-variabel tersebut.

4. Membuat atau Merumuskan Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang akan diteliti.

5. Menyusun atau Menentukan Desain Penelitian

Desain penelitian (research desain) menurut Sekaran dan Bougie (2018) adalah rencana untuk pengumpulan, pengukuran dan analisis data berdasarkan pertanyaan penelitian.  Lebih lanjut Sekaran dan Bougie (2018) mengemukakan bahwa desain penelitian terdiri dari sembilan aspek dasar yaitu : tujuan studi, tingkat intervensi peneliti, situasi studi, strategi penelitian, unit analisis, horizon waktu studi, pengukuran, desain pengambilan sampel dan analisis data.

6. Menentukan Subyek Penelitian

Subyek penelitian diperlukan untuk mem-verifikasi kebenaran empiris hipotesis penelitian. Subyek dapat berupa orang (konsumen, karyawan, investor, auditor) dan dapat juga bukan orang (perusahaan, produk).  Secara definisi, subyek penelitian adalah dari mana data mengenai variabel peneitian diperoleh atau dimana variabel penelitian melekat atau terdapat.

7. Mengembangkan Instrumen Perolehan Data

Pengembangan instrumen ini disebut juga operasionalisasi variabel atau definisi operasional variabel atau pengukuran variabel.  Operasionalisasi variabel ini didasarkan pada atribut yang telah tercakup dalam definisi variabel yang diperoleh dari kajian teori.

8. Menganalisis Reliabilitas dan Validitas Instrumen

Validitas (validity) adalah uji tentang seberapa baik suatu instrumen yang dikembangkan mengukur konsep tertentu yang ingin diukur.  
Ada beberapa cara untuk melakukan pendekatan validitas, baik internal maupun eksternal, yaitu :
  • Analisis korelasional.  Contohnya dalam kasus menghasilkan validitas konkuren dan prediktif atau validitas konvergen dan diskriminan.
  • Analisis faktor, yaitu analisis teknik multivariat yang menegaskan dimensi konsep yang telah didefinisikan secara operasional, sekaligus yang menunjukkan point masalah yang paling tepat untuk setiap dimensi (menghasilkan validitas konstruk).
  • Matriks korelasi multikarakater dan multimetode yang diperoleh dari pengukuran konsep dengan bentuk dan metode yang berbeda yang menambah ketelitian pengukuran.
Reliabilitas (reliability) suatu ukuran Sekaran (2018) merupakan indikator stabilitas dan konsistensi dimana instrumen tersebut mengukur konsep serta menilai kesesuaian suatu ukuran. Menurut Kerlinger dan Lee dalam Aritonang (2020) menjelaskan bahwa reliabilitas dapat didekati melalui tiga cara, yaitu : 
  • Melalui pengukuran berulang-ulang.  Reliabilitas cara ini sering disebut juga sebagai stabilitas, keandalan dan dapat diprediksi.  Suatu instrumen dikatakan dapat stabil, andal dan dapat diprediksi apabila kita menggunakan satu instrumen untuk mengukur dua kali hal yang sama dan hasil dari kedua pengukuran tersebut adalah sama atau mirip.
  • Melalui skor “murni”.  Reliabilitas ini sering disebut juga reliabilitas tanpa distorsi.  Pengertian dari relibilitas ini adalah suatu instrumen yang dapat menghasilkan ukuran yang benar, ukuran yang “murni”.
  • Melalui eror pengukuran.  Ukuran yang diperoleh melalui suatu instrumen selalu memiliki error.  Semakin rendah error yang terdapat pada suatu ukuran, semakin tinggi reliabilitas instrumen yang digunakan untuk memperoleh ukuran tersebut.
Pendekatan reliabilitas secara umum terdiri dari pendekatan internal dan pendekatan eksternal.  Pendekatan eksternal terbagi dua, yaitu (1) metode pengukuran ulang dan (2) metode bentuk paralel.  Sedangkan pendekatan internal secara umum dibagi tiga, yaitu (1) metode bagi dua, (2) metode Kuder-Richardson 20 dan 21, serta (3) metode Alpha Cronbach.

9. Pengumpulan Data

Proses berikutnya ada pengumpulan data mengenai variabel penelitian dari subyek penelitian.  Proses pengumpulan data ini bisa dilakukan oleh peneliti sendiri atau oleh kolektor data.  Jika pengumpulan data dilakukan oleh kolektor data maka harus dilakukan pembekalan terlebih dulu kepada mereka.

10. Penganalisisan Data

Alat analisis yang digunakan bisa analisa korelasi, regresi dan model lain.

11. Pendiskusian Hasil Analisis

Tahap ini merupakan tahap membuat kesimpulan mengenai apakah hipotesis penelitian terverifikasi (terkonfirmasi) secara empiris atau tidak.  Namun kesimpulan ini tidak otomatis menjadi kesimpulan penelitian.  Kesimpulan ini merupakan kesimpulan analisis, belum kesimpulan penelitian.

12. Perumusan Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dibuat berdasarkan pembahasan, tidak hanya dari hasil analisis yang diperoleh.  Jumlah kesimpulan penelitian harus sama dengan dan mengacu kepada jumlah dan tipe kaitan antara variabel-variabel yang ada pada rumusan masalah maupun hipotesis penelitian. Dalam kaitan dengan kasus (soal) ini, maka akan ada tiga kesimpulan karena ada tiga item rumusan masalah dan hipotesis.
Saran yang disampaikan harus mempunyai dasar dan mengacu kepada hasil analisis maupun diskusi pada tahap sebelumnya.  Disamping itu, saran harus rinci dan bersifat operasional.

13. Pelaporan

Kegiatan ini merupakan tahap akhir dari tahapan penelitian.  Laporan penelitian dibuat dalam bentuk tertulis.  Laporan ini nantinya dapat dipresentasikan dalam seminar maupun dapat diterbitkan dalam jurnal ilmiah.


Daftar Pustaka

  • Aritonang, L. R. (2020). Metode Penelitian Bisnis (2nd ed.). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
  • Sekaran, Uma dan Bougie, R. (2018). Metode Penelitian untuk Bisnis (6th ed.). Jakarta: Salemba Empat.


0 comments

Subscribe to Our Newsletter