Program Orientasi Karyawan: Seberapa Penting ? - xplorealitas

www.explorealitas.com

Ad Placement

Ad Placement

Program Orientasi Karyawan: Seberapa Penting ?

 

Setiap perusahaan menginginkan setiap karyawan yang ditempatkan di suatu unit dapat bekerja dan berkontribusi optimal.  Untuk dapat optimal, setiap karyawan harus mengetahui tugas-tugas atas pekerjaan yang akan dijalaninya.  Salah satu upaya untuk membantu karyawan baru atau karyawan yang pindah tugas ke tempat baru dalam menyesuaikan diri untuk memahami tugas-tugas barunya adalah dengan melakukan program orientasi karyawan atau pengenalan lingkungan kerja kepada karyawan baru.

Pengenalan lingkungan kerja merupakan hal yang penting karena menurut Nurbaya, (2020) pengenalan kerja adalah upaya pengakraban dan penyesuaian dengan situasi atau lingkungan tempat bekerja.  Upaya pengenalan lingkungan kerja ini perlu dilakukan agar karyawan baru dapat mengenal dan mengetahui kondisi dan keadaan tempat bekerjanya.  Menurut Nurbaya, (2020), pengenalan pekerjaan dapat diartikan sebagai sikap, pandangan dan kecenderungan seseorang terhadap suatu pekerjaan.  Pengenalan pekerjaan tersebut dipengaruhi oleh realitas kondisi fisik dan sosial yang terjadi di lingkungannya.  

Dengan adanya pengenalan pekerjaan, setiap karyawan baru akan mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang harus dilakukannya.  Pengenalan kerja dapat dilakukan melalui analisis kerja, mendeskripsikan pekerjaan dan spesifikasi kerja.  Menurut Hasibuan (2018) dalam Nurbaya, (2020), pengenalan pekerjaan harus dilakukan dengan berpedoman kepada prinsip penempatan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat dan penempatan orang-orang yang tepat untuk jabatan yang tepat.

Sunyoto (2012) dalam Montolalu et.al ( 2016) mengemukakan kalau orientasi ialah sesuatu program dalam rangka memperkenalkan pegawai baru terhadap peran-peran mereka, organisasi, kebijakan-kebijakannya, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan serta memperkenalkan mereka terhadap rekan kerjanya.  

Sementara itu Ardana et.al (2012) dalam Montolalu et.al, (2016) menyampaikan bahwa tujuan orientasi adalah memperkenalkan tenaga kerja baru dengan tenaga kerja yang sudah ada di perusahaan dan memperkenalkan mereka kepada tim manajemen perusahaan sesuai dengan struktur organisasi dalam perusahaan.  Disamping itu, orientasi merupakan suatu aktivitas untuk mengetahui dan mengenal tempat dalam totalitas hubungan pekerjaan, ruang lingkup perusahaan, dan berbagai hal terkait kebijakan perusahaan yang harus ditaati oleh tenaga kerja baru.

Menurut Panggabean (2021), program orientasi karyawan merupakan proses pelatihan dan pengembangan bagi karyawan baru dengan cara memberikan informasi tentang kelompok kerja, jabatan dan tentang perusahaan itu sendiri.  Tujuan dari program orientasi karyawan baru menurut Panggabean (2021) adalah untuk membantu para karyawan untuk menyesuaikan diri dengan memperkenalkan mereka tentang beberapa hal berikut: (1) peran masing-masing karyawan, (2) organisasi dan kebijakan perusahaan, (3) rekan-rekan atau anggota tim, (4) penyiapan mental dalam menghadapi peralihan suasana dari lingkungan pendidikan ke dunia kerja yang riel, (5) menghilangkan hambatan psikologis dalam memasuki kelompok baru dan (6) mengenal secara singkat lingkungan pekerjaan baru.

Adapun topik-topik atau materi yang dapat disampaikan pada program orientasi karyawan baru menurut Panggabean (2021) berkaitan dengan topik-topik berikut : (1) sejarah perusahaan, (2) struktur organisasi termasuk nama dan jabatannya, (3) lay-out dan fasilitas fisik perusahaan, (4) masa percobaan, (5) deskripsi jasa atau barang yang dihasilkan perusahaan, (6) proses produksi atau proses kerja di masing-masing unit, (7) peraturan perusahaan tentang kedisplinan, (8) buku saku karyawan, (9) prosedur operasi standar perusahaan dan bagian lain yang relevan, dan (10) prosedur dan penegakan keselamatan.

Yang tidak kalah pentingnya dalam orientasi karyawan adalah topik atau materi mengenai hak-hak karyawan baru.  Topik yang dapat disampaikan terkait hal tersebut menurut Panggabean (2021) antara lain: (1) skala dan waktu penggajian, (2) cuti dan libur, (3) jam kerja dan waktu istirahat, (4) konseling, (5) fasilitas dan tunjangan karyawan, (6) perkenalan dengan atasan, tim kerja, pelatih atau penasihat karyawan.

Orientasi tidak hanya diperlukan untuk karyawan baru.  Karyawan lamapun perlu dengan program orientasi ini yaitu mereka yang mengalami promosi, rotasi (perpindahan) maupun demosi (turun pangkat atau jabatan).  Perlunya orientasi untuk karyawan yang mengalami promosi, rotasi maupun mutasi menurut Panggabean (2021) adalah untuk menghilangkan kecemasan mereka terkait dengan hubungan antar karyawan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan barunya.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa program orientasi bagi karyawan baru harus dilakukan oleh perusahaan agar mereka dapat mengenal tugas dan tanggung jawab, ruang lingkup, serta aturan dan kebijakan yang berlaku dalam perusahaan.  Demikian pula, orientasi diperlukan bagi karyawan yang mengalami mutasi, promosi maupun demosi.


Daftar Pustaka

Montolalu, Ricky., Kawet, Lotje., Nelwan, O. (2016). Pengaruh Kepribadian, Orientasi Kerja dan Penempatan Pegawai terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara. EMBA, 4(1), 1318–1329.

Nurbaya, S. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 4.1. CV Nas Media Pustaka, Makassar.

Panggabean, M. S. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia (2nd-8th pr ed.). Universitas Terbuka, Tangerang Selatan.

0 comments

Subscribe to Our Newsletter